Berjalan-Jalan Sambil Berobat

Berjalan-Jalan Sambil BerobatPergi ke negara lain sekarang ini, bukan hanya untuk keperluan bersenang-senang, belanja, atau bisnis saja. Tren yang paling sering didengar belakangan ini adalah medical tourism, alias wisata medis. Rumah sakit Singapura, Inggris Raya, India, Hong Kong, hingga Amerika Serikat seringkali menjadi tujuan utama bagi mereka yang ingin mencari perawatan kesehatan mulai dari kanker, jantung, operasi plastik, hingga penyakit-penyakit lain yang masih sangat sulit diobati.

Walaupun trend yang terdengar baru-baru ini, ternyata wisata medis bukanlah hal yang baru. Catatan sejarah menunjukkan ribuan tahun yang lalu, peziarah-peziarah Yunani dari seantero Mediterania mendatangi satu daerah bernama Epidauria, yang dipercaya merupakan tempat suci dari dewa pengobatan, Asklepios. Berpindah ke Inggris sekitar abad ke-18, kota-kota spa dan sanitarium juga menjadi tujuan bagi orang-orang dari daerah-daerah jauh, karena reputasi spa yang memiliki air mineral menyehatkan dan sanitarium yang dapat mengobati penyakit-penyakit seperti penyakit liver dan bronkitis.

Wisata medis modern biasanya dimotivasi oleh mencari harga-harga prosedur medis yang lebih terjangkau, menghindari antrian yang panjang, dan teknologi medis di negara lain yang lebih superior dibandingkan dengan negara asal. Berkembangnya wisata medis ini juga tidak lepas dari mudah dan murahnya bepergian antarnegara dewasa ini. Biasanya, mereka yang dari negara maju memilih wisata medis untuk menghindari antrian yang bisa memakan waktu berminggu-minggu dan harga yang lebih murah. Sedangkan, turis medis negara berkembang biasanya menjadi turisme medis untuk mencari teknologi medis yang lebih canggih untuk membantu menyembuhkan penyakit mereka.

Walaupun turisme medis dapat menjadi solusi untuk banyak masalah kesehatan, ada kalanya bepergian ke negara lain untuk keperluan medis dapat menambah masalah. Beberapa negara seperti India dan Thailand memiliki epidemiologi penyakit yang sangat berbeda dengan negara Barat, maka pasien Barat yang mendatangi negara-negara tersebut seringkali jatuh sakit sebelum mereka dapat mendatangi rumah sakit tujuan. Kualitas perawatan setelah prosedur juga dapat bervariasi antara satu negara dengan negara lain, dan bepergian segera setelah operasi juga dapat meningkatkan risiko komplikasi.

Wisata medis dapat menjadi alternatif bagi mereka yang membutuhkan perawatan medis yang lebih, tetapi penting juga untuk mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan mencari pelayanan medis di luar negeri agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama dan setelah mendapatkan pengobatan. (Dana)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s