Bukan Penghargaannya, Tetapi Usahanya

Bukan Penghargaannya, Tetapi Usahanya

Ada banyak sekali impian yang ingin kita capai di dalam hidup. Dari kecil hingga besar seperti sekarang, pastinya ada impian-impian yang terus muncul, tercapai, dan muncul lagi impian baru yang tumbuh bersama kita. Misalnya, ketika SMA dulu kita pernah bermimpi untuk masuk ke universitas negeri bergengsi di Indonesia, lalu ketika impian itu tercapai, kita kembali memimpikan hal lain untuk menggantikan mimpi yang telah tercapai. Begitu juga sebaliknya, ketika ada impian yang tidak tercapai, secara instingtif kita pasti akan memikirkan impian lain untuk menggantikan mimpi yang harus kandas di tengah jalan.

Dari setiap mimpi yang mati, ada impian baru yang akan tumbuh.

Tanpa disadari, hidup kita diisi dengan serangkaian tujuan dan goals yang ingin kita penuhi. Pekerjaan yang layak, gaji tinggi, memiliki rumah sendiri, kendaraan pribadi, pasangan hidup, hingga tujuan-tujuan kecil seperti pergi ke gym setiap dua minggu sekali, rajin olahraga, dan juga membereskan kamar. Pada titik ini, untuk mencapai semua goals-goals tersebut, kita harus melakukan sesuatu yang mungkin tidak pernah kita lakukan sebelumnya. Kita harus melakukan sesuatu yang mungkin tidak ingin kita lakukan.

Bukan Penghargaannya, Tetapi Usahanya

Misalnya, jika ingin mendapatkan tubuh yang sehat, kita tahu bahwa kita harus mejaga pola makan dan rajin olahraga. Di sisi lain, kita termasuk ke dalam individu yang susah bangun pagi dan malas olahraga. Nah, untuk mencapai tujuan tersebut, berarti kita harus siap untuk mengubah habit atau kebiasaan kita, bukan?

Untuk mencapai tujuan, berarti harus siap mengubah kebiasaan.

Mencapai impian tidak bisa dilakukan secara instan. Bisa dibilang, inilah hal menarik dari kebiasaan bermimpi dan memiliki tujuan. Seseorang yang memiliki mimpi haruslah memiliki keberanian dan keteguhan untuk bisa mewujudkan mimpi mereka. Tanpa keberanian dan juga keteguhan, siapa pun tak akan mampu mencapai mimpi mereka. Mimpi bisa diraih dengan aksi, sikap yang konsisten, dan tidak pernah melepaskan target mereka bahkan di dalam tidur sekalipun.

Butuh kekeraskepalaan tingkat tinggi dan kemauan untuk merelakan sesuatu yang kita miliki, in order to achieve our goals. Butuh proses yang cukup lama untuk mendapatkan apa yang kita mau. Tidak ada sesuatu yang instan, bahkan untuk memasak mi instan saja perlu proses, bukan?

Dengan perjalanan yang sedemikian kerasnya demi mencapai sebuah impian, kita menjadi pribadi yang lebih menghargai proses. Kita tahu, tidak ada usaha yang sia-sia. Semua pasti akan terbayar di akhir. Jadi, untuk menjawab pertanyaan seberapa penting sebuah penghargaan bagi saya, saya akan menjawab bahwa hal itu penting, namun di saat bersamaan tidak juga terlalu penting.

Sebab menurut saya pribadi, yang harus dikejar bukanlah penghargaannya, tetapi proses yang harus ditempuh untuk mendapatkan penghargaan itu. Proses membuat kita menjadi pribadi yang lebih dewasa dan lebih bijaksana dalam memandang kehidupan. Dan jika kita mendapatkan penghargaan dari apa yang kita kerjakan, anggap saja itu bonus😀 Sama halnya dengan voucher belanja sodexo yang diberikan sebagai reward untuk kita secara gratis setelah memenangkan sebuah kompetisi dan bisa digunakan di berbagai merchant sodexo. Jadi, jangan terpusat pada reward-nya, tapi fokuslah pada proses yang kita tempuh untuk mencapai impian itu.

Selamat mencoba, ya!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s