Segera Lakukan Ini Saat Keracunan Makanan

Kasus keracunan makanan sebenarnya bukan berarti hanya terjadi ketika seseorang memang sengaja mencampurkan racun pada makanan. Dalam kondisi normal sekalipun, kita atau orang di sekitar kita bisa saja mengalami hal ini. Misalnya saja ketika mengonsumsi makanan yang sudah kadaluarsa atau sudah terkontaminasi oleh suatu zat yang berbahaya (tanpa sengaja). Ketika hal ini terjadi, membawa ke health care terbaik yang terdekat adalah langkah utama yang harus dilakukan. Akan tetapi, tentunya ada hal-hal yang harus kamu lakukan sebagai langkah pertolongan pertama.

Keracunan Makanan

Menurut dokter Jessica Florencia dalam situs klikdokter, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan pada penderita yang mengalami keracunan makanan, yaitu:

  • Berikan cairan pada penderita keracunan, terutama jika mengalami muntah dan diare. Cairan ini berfungsi untuk mengganti cairan tubuh yang hilang. Kamu bisa memberikan air putih, cairan oralit, air kelapa, atau campuran air putih dengan 2 sendok teh gula dan setengah sendok teh garam.
  • Jika ada, segera berikan tablet karbon aktif dan minumkan pada penderita dengan air putih. Tablet ini berfungsi untuk menyerap racun yang masuk ke dalam saluran pencernaan.
  • Jika di sekitar tidak ada tablet karbon aktif, maka kamu bisa menggantinya dengan susu. Susu ini memiliki fungsi untuk mengikat racun dalam saluran pencernaan dan akan merangsang penderita untuk muntah sehingga racun dapat keluar dari tubuh. Akan tetapi, susu ini hanya boleh diberikan pada penderita keracunan yang tidak mengalami diare.
  • Jika penderita keracunan terlihat akan memuntahkan makanannya, pertahankan posisi penderita tetap menunduk. Tujuannya agar cairan muntahan keluar dan tidak masuk ke dalam saluran pernapasan karena akan sangat berbahaya.
  • Jika yang mengalami keracunan adalah anak-anak, maka segera bawa ke health care terdekat untuk mendapatkan pertolongan secepatnya.

Namun yang harus kamu ingat, cara di atas hanyalah pertolongan awal saja. Untuk memastikan bahwa racun tersebut tidak memberikan efek samping yang buruk bagi kesehatan ke depannya, memeriksakan diri ke dokter tetap harus dilakukan meskipun kamu atau penderita mungkin sudah merasa kondisi kesehatan sudah kembali normal. (Vita)

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s